LIMAPULUH KOTA, Mata-publiknusantara.com |Ustadz Abdul Somad menyampaikan soal cara memilih pemimpin dalam pandangan Islam.
Tak lama lagi ajang pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024 di Indonesia dilaksanakan.
Dalam penjelasannya, Abdul Somad mengingatkan agar selalu mengutamakan kejujuran dalam memilih pemimpin, termasuk menolak apabila anda menerima money politik atau serangan fajar.
Pasalnya, kata Uas, dengan menerima uang tersebut bisa berarti mendukung calon tersebut untuk melakukan perbuatan yang mungkin merusak tatanan negara
Misalnya korupsi, demi menggantikan uang yang telah dikeluarkan selama kampanye.
Selain itu, menerima uang dapat membuat hati terbeli sehingga memilih bukan karena pilihan hati
Jika sudah terlanjur menerima dan menggunakan uangnya, Uas menyarankan bertaubat dengan tidak memilih calon tersebut saat pemilihan.
Beliau juga menegaskan bahwa jika seseorang tetap memilih calon yang memberi uang, maka ia melakukan dua kesalahan.
Pertama membantu merusak moral calon tersebut.
Kedua merusak tatanan negara yang seharusnya jujur.
Ini disampaikan UAS menyampaikan hal ini melalui kanal YouTube Dahwah Singkat Padat.
Ustadz Abdul Somad mengatakan, jika ada calon yang memberikan amplop kepada anda, sebaiknya jangan diterima.
Kalau ada calon memberikan amplop kepada anda jangan diterima,Haram” kata Uas dikutip dari Dakwah Singkat Padat Youtube , Selasa(19/11/2024).
Larangan menerima uang dari Calon bukan tanpa alasan, menurut UAS, apabila anda menerima uang tersebut, itu artinya anda juga ikut serta mengundang dia untuk berbuat jahat kelak apabila dia terpilih menjadi kepala daerah.
Dalam hal ini dikhawatirkan dia mengambil uang negara, dimana uang tersebut digunakan untuk menggantikan uang yang pernah dibagi-bagikannya kepada masyarakat pada masa kampanye.
“Kasihan dia nanti, kalau dia terpilih jadi, itu mengundang dia berbuat jahat, karena duitnya harus dibayar lagi sama dia, tentu kalau duduk dia mengambil modalnya,” lanjut Uas.
Maka dalam praktik bagi-bagi uang yang dilakukan calon kepala daerah sebaiknya masyarakat cerdas dan tidak mau menerimanya.
Kalau terima amplopnya, itu takut hati anda terbeli dari Anda khianat, seharusnya tidak Anda pilih jadi memilih gara-gara ngasih duit jadinya anda pilih dia. Jangan diterima di saat diberi,” tegasnya.














