Harau Bergejolak: Puluhan Warga Demo, Tuntut Bebaskan Pejuang Tanah Ulayat

  • Bagikan

Mata-PublikNusantara.com, Lima Puluh Kota – Suara teriakan bercampur tangis haru terdengar di depan kantor aparat penegak hukum pada Kamis (25/9). Puluhan masyarakat Nagari Harau turun ke jalan, menggelar aksi damai menuntut keadilan. Mereka tidak hanya menuntut pembebasan lima warga yang ditahan, tetapi juga menyuarakan penyelamatan tanah ulayat, warisan leluhur yang semakin hari kian terancam.

Suara Lantang Rika Amrizal

Di barisan depan, Rika Amrizal menjadi salah satu motor aksi. Dengan suara lantang namun bergetar, ia menegaskan tekad masyarakat untuk mempertahankan tanah ulayat.
“Jika bukan kita yang menjaga tanah ulayat, siapa lagi? Bagaimana nasib anak cucu kita nanti?” seru Rika, membuat massa yang hadir semakin bersemangat.

Bagi Rika, perjuangan ini bukan sekadar mempertahankan sebidang tanah, melainkan menjaga marwah dan identitas nagari. Kalimatnya berulang-ulang disambut pekikan “hidup masyarakat Harau!” dari para peserta aksi.

Ketua Pemuda Yoni Putra: Mafia Tanah Harus Diborgol

Di tengah aksi, Ketua Pemuda Jorong Landai, Yoni Putra, menyampaikan pernyataan keras.
“Yang seharusnya diborgol bukan masyarakat, melainkan mafia tanah. Dt. Pucuak Kaum dan warga lainnya harus segera dibebaskan,” tegasnya.

Yoni menambahkan, masalah tanah ulayat adalah persoalan harga diri nagari yang tidak bisa ditawar. Pemuda, katanya, akan terus berdiri di garda terdepan untuk memperjuangkannya.

Ungkap Nama-Nama Warga yang Ditahan

Dalam orasi yang sama, Yoni juga menyebutkan nama lima warga yang kini mendekam di balik jeruji besi.
“Ada lima orang warga yang sekarang dipenjara: Simen (37), Fiki (40), Siah (60), Tia (31), dan Hendra Dt. Pucuak (45). Mereka bukan penjahat, mereka pejuang tanah ulayat,” kata Yoni dengan nada getir.

Menurutnya, masyarakat Harau berhutang budi kepada mereka. Karena keberanian lima orang inilah, persoalan tanah ulayat bisa mencuat ke publik dan menjadi perhatian banyak pihak.

Suasana Aksi: Harau Menangis, Harau Melawan

Aksi damai ini berlangsung dalam pengawalan ketat aparat kepolisian. Puluhan massa membawa spanduk dan poster bertuliskan: “Bebaskan Pejuang Tanah Ulayat” dan “Tanah Ulayat Harau Harga Mati.”

Beberapa ibu-ibu tampak meneteskan air mata saat nama-nama warga yang ditahan disebutkan. Anak-anak muda berdiri gagah di barisan depan, memegang poster sambil meneriakkan yel-yel.

Seorang ibu paruh baya bahkan sempat berseru, “Kami tidak minta emas, kami tidak minta harta. Kami hanya ingin tanah ulayat kami dijaga!”

Harau Menunggu Jawaban Pemerintah

Bagi masyarakat Harau, aksi ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjuangan panjang. Mereka berharap suara mereka benar-benar didengar.

“Kami akan terus berjuang sampai tanah ulayat kembali aman, sampai lima warga kami dibebaskan. Harau tidak akan berhenti sebelum keadilan ditegakkan,” tutup Yoni Putra.

Kini, Nagari Harau menunggu jawaban. Apakah pemerintah akan benar-benar turun tangan menyelesaikan masalah ini, atau justru membiarkan luka masyarakat semakin dalam?

#No Viral No Justice#

Bersambung…..

  • Bagikan