Matapubliknusantara.com, Sumatera Barat –Pencak Silat Satria Muda Indonesia (SMI) H.Tarmizi Akbar yang akrab di H.Kobar, Dewan Guru Satria Muda Indonesia bangga dengan perguruan ini.
Sebagai Dewan guru, H. Tarmizi Akbar bertanggung jawab untuk mengajar, membimbing, dan mengembangkan satria muda indonesia ke kalangan masyarakat dan pemuda.
Di Perguruan Pencak Silat Satria Muda Indonesia (SMI), H.Tarmizi Akbar berkomitmen untuk melatih siswa dalam aspek fisik, mental, dan spiritual. Dia memiliki pengalaman yang luas dalam seni bela diri ini dan berfokus pada pengajaran teknik-teknik dasar, strategi bertarung, keterampilan tangan kosong dan penggunaan senjata tradisional.
H.Tarmizi Akbar, berusaha untuk menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan penuh semangat di mana siswa dapat tumbuh dan berkembang secara pribadi serta memperoleh keterampilan yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.
H. Tarmizi Akbar, berusaha untuk membantu siswa mengembangkan rasa percaya diri, kedisiplinan dan rasa hormat terhadap diri sendiri dan orang lain.
Menurutnya, melestarikan Budaya Trandisional atau daerah merupakan kewajiban seluruh masyarakat dan Pemerintah, harus berperan aktif dalam melestarikan budaya daerahnya.
“Budaya tradisional yang ada di nagari apabila benar – benar di urus dan diperhatikan perkembangannya bisa menjadi salah satu Potensi Nagari yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjadi penguatan kualitas Sumber Daya Manusia. Melestarikan Budaya Trandisional seperti Silat Satria Muda Indonesia ini,” ungkapnya.
Salah satu budaya daerah adalah Seni Bela Diri Pencak Silat yang tergabung dalam IPSI. Pencak Silat berbeda dengan bentuk seni bela diri atau jenis olah raga yang lain. Keistimewaan pencak silat terletak pada gerakan dan nilai-nilainya.
Adapun nilai-nilai yang terkandung dalam pencak silat adalah nilai etik, teknis, estetik, atletik, dan mental-spiritual.
Merupakan nilai kesusilaan pencak yang mengacu kepada nilai agama,Nilai sosial budaya, dan nilai moral yang dijunjung tinggi oleh masyarakat ini merupakan nilai extis.
Nilai mental merupakan nilai pencak silat yang menggambarkan sifat dan pembentukan sikap dan mental manusia yang menekuninya.
Kegunaan pencak silat dilihat dari segi kebutuhan dan kepentingan keterampilan bela diri berdasarkan logika, itu adalah nilai teknis nya di perguruan pencat silat.
keindahan pencak silat, dari segi ini tampak bahwa setiap gerakan atau jurus dalam pencak silat layaknya sebuah tarian disini lah terdapat nilai estetik setiap gerakan.
mengacu kepada nilai olah raga berdasarkan aturan atau kaidah olah raga. Dengan konsep yang sarat nilai-nilai positif tersebut, pencak silat mempunyai peranan penting dalam upaya penanaman nilai atau pembangunan karakter generasi bangsa
Terlebih, karena nilai budi pekerti luhur merupakan salah satu jati diri pencak silat. Oleh para penggiatnya, seni bela diri tradisional ini dilaksanakan dan digunakan secara bertanggung jawab sesuai dengan falsafah atau nilai-nilai yang mengandung keluhuran sikap, perilaku dan perbuatan manusia, yang berperan dalam pembentukan generasi bangsa yang bermartabat dan disiplin yang tinggi
Pencak silat berbeda dengan bentuk seni beladiri atau jenis olah raga yang lain. Keistimewaan pencak silat terletak pada nilai-nilai atau beberapa unsur yang dikandungnya dan bersumber dari kebudayaan komunitas masyarakat yang menghidupinya, dalam hal ini masyarakat Nusantara. Adapun nilai-nilai yang terkandung dalam pencak adalah nilai etik, teknis, estetik, atletik, dan mental-spiritual.
Pencak yang mengacu kepada nilai agama, nilai sosial budaya, dan nilai moral yang dijunjung tinggi oleh masyarakat di sini lah nilai etis sebuah perguruan pencat silat.
Pencak silat yang menggambarkan sifat dan pembentukan sikap dan mental manusia yang menekuninya ini lah nilai mental.
Pencak silat. Dari segi ini tampak bahwa setiap gerakan atau jurus dalam pencak silat layaknya sebuah tarian di sini terbentuk nilai estetik.
Nilai olahraga berdasarkan aturan atau kaidah olahraga. Dengan konsep yang sarat nilai-nilai positif tersebut, pencak silat mempunyai peranan penting dalam upaya penanaman nilai atau pembangunan karakter generasi bangsa. Terlebih, karena nilai budi pekerti luhur merupakan salah satu jati diri pencak silat.
“Seni beladiri tradisional ini dilaksanakan dan digunakan secara bertanggung jawab sesuai dengan falsafah atau nilai-nilai yang mengandung keluhuran sikap, perilaku, dan perbuatan manusia, yang berperan dalam pembentukan generasi bangsa yang berkarakter mulia dan patriotik.disini lah terdapat nilai atletiknya sebuah perguruan,” ungkap H. Kobar.
(Mulya Ali)






