MataPublikNusantara.com, Limapuluh Kota – Negara Indonesia mengembangkan kebudayaan daerah dalam rangka memperkaya Seni tari dan budaya. Kegiatan ini sering di lakukan bagi sanggar Seni Bintang Harau, yang berlokasi di kabupaten 50 kota. Tepatnya Di jorong Harau – Destinasi Icon pariwisata Harau menuju Dunia. Rabu 17 Juli 2024.
Kegiatan yang dilakukan sanggar seni bintang Harau setiap harinya banyak mengajarkan seni tari dan memainkan alat musik tradisional yang ada di daerah kabupaten 50 kota.
Ini, bertujuan agar sore harinya anak-anak yang ikut belajar bisa mengisi waktu luang bermain dan menyalurkan hobi dan bakat mereka.
Kegiatan ini bertujuan untuk terciptanya generasi penerus seni dan budaya bangsa yang ada di Indonesia Maupun Kabupaten. Melalui Seni semoga terciptanya kebersamaan sehingga kekompakan, maupun group menari dan seni. Yang ada di kabupaten 50 kota menjadi lebih berkembang untuk kedepannya.
Tergugah nya Hati Fahrul Huda atau akrab di sapa Caun, Adalah pekerja seni lulusan sarjana muda di akademi seni karawitan indonesia ASKI.Dan Kini institut seni Indonesia atau ISI Padang panjang.
Pada Juli 2016 lalu, Ia mendirikan sanggar bintang Harau dan melatih anak-anak Harau dari usia PAUD hingga Remaja.
Saya berharap dengan adanya sanggar ini bisa meningkatkan kreatifitas anak-anak dan bisa menyalurkan hobinya di bidang minat Seni. Dan dapat menghidupkan kembali seni yang ada di kabupaten 50 kota.
Dikatakan bahwa budaya lokal akan memperkaya budaya nasional, sehingga kebudayaan lokal daerah perlu dilestarikan sejak dini, khususnya mulai dari usia Kanak-kanak dan Paud sekalipun.
Nia 13 Th, Salah satu anak didik tamatan ASKI ini mengatakan sangat hobi menari dengan adanya sanggar seni Bintang Harau ini, karena dapat mengasah kemampuan dan kekompakan sesama penari lainnya,
“Saya Bisa saling belajar bersama teman-teman yang lain”, ujarnya
Sementara itu, Bupati Safaruddin mengatakan pada saat pekan lalu, Alhamdulillah kita sukses menyelenggarakan Pekan Budaya 2024. Di lapangan RTH Mahkota Berlian yang lapangannya dibangun memang untuk menyelenggarakan iven-iven masyarakat yang ada di kabupaten 50 kota.
“Awalnya lokasi RTH ini adalah rawa-rawa, yang di sulap Pemkab Limapuluh Kota menjadi ruang terbuka hijau, kita beri nama Ruang Terbuka Hijau Bersih Lingkungan,” ujar Bupati.
Bupati menambahkan, bahwa RTH Mahkota Berlian dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, baik kegiatan pemerintahan, iven maupun kegiatan masyarakat.
Semoga kegiatan ini diharapkan dapat menjadi agenda tahunan dan dikembangkan lebih baik lagi, sehingga mampu menciptakan daya tarik dan ciri khas dari daerah Lima Puluh Kota, yang mampu menarik wisatawan dalam negeri hingga wisatawan mancanegara”.Tutup Bupati.
“Jadi kegiatan ini merupakan wadah untuk menampilkan seluruh karya seni yang ada di Kabupaten Lima Puluh Kota sehingga lebih dikenal masyarakat luas
Dalam beberapa Minggu terakhir anak-anak yang ada di bintang singa Harau selalu berlatih, karena di bulan Agustus nanti akan ada pergelaran festival anak di lembah Harau. Hingga puncaknya nanti di bulan Oktober 2024 Pasa Harau Art and Culture Festival.
Admin.















