Harau Ibarat Sapi Perah

  • Bagikan

Mata-PublikNusantara.com – Kab.Lima Puluh Kota, Sumbar ][ Bupati Limapuluh kota Safni nyatakan keprihatinannya mellihat kondisi objek wisata Lembah Harau, Senin 14/April/2025.

Lembah Harau yang katanya mendunia, hari ini kiri kanan jalan tampak membelukar. menandakan selama ini destinasi wisata ini kurang di urus.

Hendaknya lembah harau jangan ibarat sapi perah. Susunya diperas tapi Sapinya di telantarkan. Kata Bupati kecewa.

Untuk memotong rumput dan mengutip sampah sepanjang jalan, tidak akan memakan dana puluhan juta. Sedangkan hasil yang di harapkan sampai miliaran pertahun. Ini tentu tidak etis, kalau masih juga tidak diperhatikan. Tambah bupati yang baru beberapa puluh hari menjabat.

Mulai dari gerbang Harau sampai ke Sarasah Bunta. Sampah sampah berserakan. Kemaren para pemuda Harau saya suruh turun langsung memotong rumput sepanjang jalan. Hari ini mereka langsung laksanakan. Kepedulian seperti ini yang saya banggakan” Tambah Bupati meras senang atas perhatian pemuda Harau.

Salah seorang warga Tempatan menyatakan penilaiannya. “Saya terkejut. Seharusnya tidak mesti Bupati yang turun tangan. Kepala Dinas atau petugas pariwisata atau ( PU ) di Limapuluh kota, yang turun menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan di objek wisata. Karena ini merupakan tugas mereka, Jangan hanya tahunya mengutip restribusi saja. Itupun sampai saat ini masih belum tercerahkan.” Ungkap salah seorang warga Tarantang yang enggan disebutkan namanya.

Rudy salah seorang perantau mengungkapkan “Saya tidak menyangka kondisi objek wisata Lembah Harau seperti ini adanya. Sebagai anak nagari yang pulang ke- kampung dari perantauan. Saya sangat kecewa melihat kondisi kampung halaman yang tidak terurus. Kemana saja pihak petugas yang bertanggung jawab, tentang lokasi wisata ini ?

Seharusnya mereka bisa memotifasi masyarakat dalam memelihara lingkungan. Agar keindahan lokasi wisata yang menjadi icon di Limapuluh kota ini, tidak tercemar oleh sampah. Sebab Harau merupakan prioritas utama lumbung PAD bagi pemerintahan di limapuluh kota ini.
Bahkan di muka ICBS saya lihat tidak terurus. Padahal tamu ICBS sangat ramai berdatangan. Ini sangat memalukan.

Ditambah lagi saat melihat di halaman depan kantor Wali Nagari Tarantang. Sungguh tidak mencerminkan perkantoran. Karena halamanya juga dipenuhi rumput yang tebal, Padahal kantor walinagari tarantang berada dalam kawasan objek wisata. Tambahnya pemuda ganteng ini menilai.

Begitupun jembatan yang ambruk di depan kantor perikanan kabupaten, terkesan dibiarkan. Sedangkan jembatan itu adalah jalan alternatif penghubung dari gerbang harau menuju Ketinggian. Mustahil dinas Perikanan tidak tahu. Bukankah itu menunjukkan bahwa masing masing dinas sama sama tidak peduli dan kurang koordinasi? Tutup Rudy geram.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *