Mata-publiknusantara.com, Lima Puluh Kota – Upaya memperkuat kelembagaan ekonomi masyarakat terus bergulir. Salah satunya datang dari Koperasi Samara Mamburesa Liko, yang kini tengah mengajukan pendaftaran resmi ke Dinas perdagangan koperasi dan UMKM
Dalam proses tersebut, Buk Mona dan Debi hadir selaku bagian dari kelembagaan dan pengawas koperasi. Keduanya menegaskan bahwa meski saat ini Koperasi Samara belum terdaftar secara resmi, namun dokumen dan persyaratan pengajuan sudah disampaikan, dan kini hanya menunggu proses verifikasi serta keputusan dari pihak terkait.
Koperasi Samara sendiri merupakan wadah yang lahir dari semangat kolektif para pelaku usaha kecil dan menengah, khususnya pengrajin resam, bambu, dan mansiang. Selama ini, produk kerajinan tersebut sudah dikenal memiliki nilai seni sekaligus nilai ekonomi yang dapat diangkat ke pasar yang lebih luas. Dengan terbentuknya koperasi, para pelaku usaha berharap dapat memiliki posisi tawar yang lebih kuat, serta mampu mengakses berbagai fasilitas dan pembinaan dari pemerintah.
Fajri, selaku Ketua Koperasi Samara, menyampaikan harapannya agar proses pengajuan ini dapat berjalan lancar. “Kami sangat berharap Koperasi Samara bisa segera terdaftar resmi, sehingga anggota koperasi bisa merasakan manfaatnya, baik dari sisi permodalan, pemasaran, maupun pelatihan keterampilan. Kami ingin produk lokal kita lebih dihargai dan bisa menembus pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Sementara itu, Beni selaku salah seorang anggota koperasi, menambahkan bahwa keberadaan koperasi ini bukan hanya sebatas lembaga ekonomi, tetapi juga wadah kebersamaan. “Bagi kami, koperasi ini adalah rumah bersama. Dengan adanya koperasi, para pengrajin resam, bambu, dan mansiang bisa berkumpul, berbagi ide, dan bersama-sama mencari jalan agar usaha kecil ini bisa terus hidup. Kami berharap pemerintah benar-benar mendukung,” ungkapnya.
Harapan serupa juga datang dari anggota lainnya. Mereka menilai bahwa keberadaan koperasi ini merupakan simbol kebersamaan dalam menjaga warisan budaya kerajinan tradisional. Dengan adanya pengawasan dan pembinaan dari Dinas perdagangan koperasi dan UMKM, mereka optimis bahwa Koperasi Samara dapat berkembang menjadi contoh koperasi mandiri yang berbasis potensi lokal.
Meski baru pada tahap pengajuan, langkah Koperasi Samara menjadi sinyal positif tentang kebangkitan ekonomi masyarakat di tengah berbagai tantangan. Apalagi, sektor kerajinan resam, bambu, dan mansiang dinilai punya prospek besar untuk mendukung perekonomian kreatif daerah.















